Aku telah menjatuhkan hati kepada yang salah, aku telah menjatuhkan hati pada Lelakiku
yang dia sendiri adalah lelakinya.
Dear IR or IRW or whoever you are, i don't cares about you. Tidak juga aku kasihan kepadamu
dan anak-anakmu, karena lelakimu pun tak pernah kasihan kepadamu. So, that's why saya tidak pernah pedulikan perasaan anda. Jangan salahkan aku, jangan juga salahkan lelakiku. Iya, Lelakiku..
bukan lelakimu :) , karena apa? cinta yang hanya sekedar iseng ini sudah menjadi cinta yang utuh.
Iri? apakah kamu iri? saya rasa tidak perlu. Karena sebelumnya pun kamu pasti pernah mengalami
ini sebelum saya. Apalagi, the official owner of Lelakiku is you. Saranku, jangan pikirkan janji-janji
manis kalian di depan Tuhan dulu. Faktanya, lelakimu sekarang tidur bersamaku. Mencumbuku
hampir disetiap hariku. Menggenggam tanganku erat dan tak mau lepas. Dulu pun pasti kamu pernah juga kan? :)
Aku tidak pernah membenci kamu, karena aku pun tidak juga kenal kamu. Hanya suara 'halo'
kamu dari telepon beberapa bulan lalu yang pernah aku dengar. Iitupun jujur, aku tidak tega
meneruskan kata-kata yang hampir meledak disebrang sini. Tidak usah iri Lelakiku selalu mencium keningku sehabis pulang kantor, karena pasti dia juga mencium keningmu dipagi hari, ya.. Kalau
benar loh :) . Dan jangan iri jika dia lebih memilih 'pulang' ketempatku setiap hari lalu hanya 'menumpang' tidur dirumah kalian, disampingmu. Aku tidak pernah iri, karena sebelum menidurimu,
dia telah meniduriku terlebih dahulu.
Tak usah bersedih jika lelakiku jarang menghabiskan waktunya bersamamu dan anakmu. Karena aku hanya mengambil seperempat waktumu saja kan? Lagi pula, anakmu akan selalu bertemu setiap
saat dan sampai mati. Iya, sampai Lelakiku mati karena besar cintanya padaku. Bersyukurlah
Lelakiku masih ingat pulang dan menghargaimu dirumah dengan tidak pernah membalas pesan
dan teleponku. Sampai-sampai rasanya hati ini meledak dibuatnya. Sampai kalimat penjabaran
saat ini, masih dirasa adilkan?? ok.
Bedanya kita adalah, kamu dan dia pernah mengumbar janji didepan Tuhan dan orang tua kalian.
Kamu ditempatkan disuatu rumah bersama dia, kamu memiliki makhluk-makhluk kecil dari hasil
ranjangmu bersama dia. Kamu tetap menjadi official owner sepanjang hidupmu, dan aku.. kadang
tak segan menyumpahimu mati, sekarang! :)
Bad Regards,
me :)
benar loh :) . Dan jangan iri jika dia lebih memilih 'pulang' ketempatku setiap hari lalu hanya 'menumpang' tidur dirumah kalian, disampingmu. Aku tidak pernah iri, karena sebelum menidurimu,
dia telah meniduriku terlebih dahulu.
Tak usah bersedih jika lelakiku jarang menghabiskan waktunya bersamamu dan anakmu. Karena aku hanya mengambil seperempat waktumu saja kan? Lagi pula, anakmu akan selalu bertemu setiap
saat dan sampai mati. Iya, sampai Lelakiku mati karena besar cintanya padaku. Bersyukurlah
Lelakiku masih ingat pulang dan menghargaimu dirumah dengan tidak pernah membalas pesan
dan teleponku. Sampai-sampai rasanya hati ini meledak dibuatnya. Sampai kalimat penjabaran
saat ini, masih dirasa adilkan?? ok.
Bedanya kita adalah, kamu dan dia pernah mengumbar janji didepan Tuhan dan orang tua kalian.
Kamu ditempatkan disuatu rumah bersama dia, kamu memiliki makhluk-makhluk kecil dari hasil
ranjangmu bersama dia. Kamu tetap menjadi official owner sepanjang hidupmu, dan aku.. kadang
tak segan menyumpahimu mati, sekarang! :)
Bad Regards,
me :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar