Rabu, 23 November 2011

MENGENAI AKU DAN AWAL MULANYA..

   Nama ku Sissy, usiaku sekarang 23 tahun dan aku seorang staff biasa di sebuah perusahaan shipping local. Dulu aku periang, aku tak pernah bersedih hati, aku bebas. Namun semua itu berubah ketika sosok Lelakiku datang kedalam kehidupan ku. Mood ku sangat tidak terkontrol, aku sering marah, aku sering jealous yang berlebihan dan aku sering cepat depresi.  Dan aku tau, itu bukan tanpa alasan..
    Aku sangat-sangat dan sangat mencintainya, aku menyayanginya tanpa ada maksud apa-apa. Aku tulus dan aku selalu berusaha menyenangkan hatinya. Aku tidak pernah menuntut harta dan materi selain sayang dan setianya untuk aku.
   Namun, jum’at dibulan Oktober sore itu semuanya berubah. Kabar yang tidak perlu aku sebutkan asal usulnya itu membuatku terasa sesak. Ternyata statusnya TIDAK LAJANG. Jujur, rasa cinta ini yang tak mampu membuatku mengutarakan hal itu. Aku memendam semuanya.
   Perlahan, aku mulai mencari tau tentang siapa Lelakiku sebenarnya. Wow, seribu WOWWW mungkin yang aku dapat. Dari mulut seorang teman kuliahku dulu, dia menceritakan siapa Lelakiku. Dulu, sepupu temanku itu pernah menikah siri dengan Lelakiku, Lelakiku mengaku duda dan bersedia masuk muslim. Tapi apa? Hubungan mereka tidak bertahan lama karena wanita itu ternyata sakit dan meninggal, bahkan sampai ajalnya menjemput, Lelakiku sama sekali tidak menampakkan batang hidungnya. Yang lebih mengejutkan, temanku bilang bahwa kakak sepupunya itu sering di pukuli oleh Lelakiku. Tuhan, aku sangat bimbang.. lelaki seperti apakah yang sedang ku cintai saat ini??
   Tak sanggup aku mendengar semua cerita teman ku, aku memilih menyudahi obrolan dengan alasan sedang ada janji. Tuhan, haruskah aku percaya pada iblis dan setengah malaikat ini??
   Rasanya sulit percaya atas apa yang kudengar sendiri, awal hubungan kami yang sangat baik dan penuh cinta. Dan lagi, tentang wanita-wanita yang Lelakiku tiduri selama ini. Mengaku memang Lelakiku ini sangat manis perkataannya, mengumbar cita dll.
   Mati pun mungkin tidak cukup  membuat sakit hati ini hilang. Aku bagai raga tanpa nyawa, aku bahkan tak tau perasaanku sendiri seperti apa. Rasa tidak percaya pun seketika itu muncul sangat berlebihan di hatiku. Namun itu menjadi buah simalakama yang menyulitkan ku pada akhirnya, rasa tak percaya dan rasa cinta itu melebur membuatku menjadi sosok yang rentan depresi.
   Sikapnya mulai berubah terhadapku, sering tidak tepat waktu, janji pagi datang siang, janji siang datang sore, janji sore datang tengah malam, janji malam.. datang esok harinya. Pernah, dia datang ketempatku jam 2 pagi, dia bilang habis dari dokter check up. Dari dokter?? Check up?? Dengan pakaian sangat rapi, wangi, datang jam 2 pagi pula??? Heyy, saya tidak bodoh!!! Anak kecil ingusan pun tau bahwa itu bohong. Dan Lelakiku itu adalah tipe lelaki yang mempunyai mental memanupulasi alasan ulung. Sekali ia bilang, TIDAK akan tetap tidak walaupun kesalahan itu didepan mataku sendiri.
   Aku mengalah, biarlah.. sudah cukup depresi aku memikirkan masalah hatiku. Biarkan dia berbuat semaunya, aku pun tak perduli lagi, karena aku memang aku merasa menjadi wanita tanpa perasaan. Hanya sekedar nyawa dan raga.
   Sering ia begitu, dan seringkali pula aku maafkan. Bahkan, ketika aku sudah menunggunya sehari semalam, dia tidak memunculkan batang hidungnya. Aku terus menelepon dan sms, sampai suatu waktu tak sengaja teleponnya terjawab. Aku mendengarnya sedang tertawa kecil dan mengobrol dengan seorang wanita. Alasannya, itu adalah ibunya. HAH?? IBU??? Suara wanita muda mana yang kamu sebut itu IBU?? Tuhan, sakit hati ini.. aku menangis histeris. Cukup ia menghianati istrinya, namun jangan ia menghianati aku. Cukup aku menelan kenyataan pahit aku tidak pernah akan bisa menikah dengannya, jangan lagi dia mencari wanita lain di belakangku.
    Lagi-lagi, aku memaafkannya.. lagi, lagi, lagi dan lagi. Aku lelah, aku lelah dengan semua ini. Namun rasa CINTA anjing yang tak mau lepas ini kembali menjerumuskanku. Pantaskah aku percaya dengan setiap kata yang dia ucapkan??
   Banyak dan sangat banyak wanita yang ia dekati dan tiduri, semakin aku banyak tau, semakin sakit untukku. Semakin kesini, emosiku sering tidak terarah. Mana  pernah aku dulu marah sambil membanting-banting barang? Mana pernah aku dulu marah sambil mencaci maki orang?
   Aku dibentak dan dicaci Lelakiku pun aku diam, aku dibilang bangsat! Anjing! Aku diam, padahal dia sendiri yang memancing emosiku. Dia sendiri yang berbohong. Lelakiku selalu bilang : “ Tolong jangan pancing emosi aku, sekali aku jelasin ke kamu, sampe kapanpun jawaban aku akan tetap sama. Terserah kamu mau percaya atau ngga!”
   ANJING!!!!!!!! Itu sama saja dia egois dan hanya ingin aku menurut setiap apa yang dia ucapkan tanpa bisa menyangkal dan berpendapat. SELFISH!!!! Seharusnya dari situ aku mulai berani untuk mengakhiri, tapi perasaan anjing ini terus menjadi dua mata pedang yang siap mengoyak segalanya. 
...to be continue..